Posts

Jahit Tangan Pertamaku: Cerita Kecil Tentang Belajar

Image
 🫀Jahit Tangan Pertamaku: Cerita Kecil Tentang Belajar💚 Oleh: Hermida Idris Gamis ini sebenarnya bukan gamis baru. Gamis ini adalah pemberian dari tetangga. Namun setelah beberapa kali kupakai, ternyata ada bagian yang sobek. Daripada dibiarkan begitu saja, aku pun punya ide sederhana yaitu membongkarnya dan menjadikannya gamis kecil untuk putriku (Jannah). Akhirnya aku menjahitnya sendiri. Bukan dengan mesin jahit, melainkan dengan tangan. Aku menggunakan teknik tanam benang dan obras manual seadanya. Aku mengukur sendiri lingkar dada anakku, lingkar ketiaknya, juga panjang gamis yang kira-kira pas untuknya. Untuk pola, aku tidak membuat pola baru. Aku hanya menyalin pola dari gamis aslinya semacam copy paste sederhana. Setelah selesai, aku langsung memakaikannya kepada putriku. Hasilnya memang belum terlalu rapi. Jahitannya kadang masih sedikit bengkok. Tapi yang penting bagiku, gamis itu jadi. Suamiku pun sempat berkata, “Dek, pintar juga kamu menjahit baju buat anak?” Aku ter...

RINDU YANG TERTAHAN DI AMBANG IDULFITRI

Image
 🫀Rindu yang Tertahan di Ambang Idulfitri 💚 Oleh: Hermida Idris Setiap Ramadhan datang, ada satu perasaan yang selalu ikut hadir bersamanya yaitu rindu kepada keluarga. Apalagi ketika Idulfitri mulai mendekat seperti sekarang. Aroma lebaran terasa di mana-mana, toko-toko mulai penuh oleh orang-orang yang mencari baju baru, pasar semakin ramai oleh mereka yang membeli bahan untuk membuat kue lebaran, orang-orang mulai membicarakan THR , sebagian lainnya sudah sibuk merencanakan perjalanan mudik pulang ke kampung halaman. Melihat semua itu, hati ini ikut bahagia… tapi juga terasa perih di saat yang sama. Karena di tengah semua persiapan itu, aku justru harus diam-diam menahan rindu. Tidak bisa pulang, tidak bisa memeluk merek, bahkan kadang untuk sekadar melakukan video call pun terasa sulit. Padahal aku tahu, di hari raya nanti akan ada banyak pelukan, anak memohon maaf kepada orangtuanya, suami dan istri saling menggenggam tangan dan saling memaafkan, keluarga berkumpul di satu...

Diary 2

Image
  17 Maret 2021 Oleh : Hermida Idris Tepatnya, jam 07.30 adalah kami semua berangkat dengan menggunakan kapal ferry menuju sidangoli. Disitulah awal saya harus berpisah dengan teman-teman yang saya kenal dan berkumpul dengan teman kelompok KKN Tematik IAIN Ternate desa Popilo. Adapun saya bertemu dengan sahabat-sahabatku. Namun, hanya sekejab. Apalagi ketika kita sudah tiba di sidangoli pukul 10.30. Awalnya saya pikir dari sidangoli ke Tobelo khususnya desa Popilo itu dekat. Ternyata tidak. Dari sidangoli kita naik bentor menuju terminal. Tiba di terminal 11.30, kita masing-masing dibekali dua mobil avanza untuk perjalanan menuju ke tempat tujuan. Setelah itu, kita mampir untuk makan siang tepatnya pukul 13.10 lalu kami melanjutkan perjalanan menuju kantor bupati tiba 14.00. 15.30 tiba dikantor camat sekaligus pertemuan dengan kepala desa popilo, kepala desa gorua, dan kepala desa luari. Kami semua tiba di popilo pukul 15.50 dan berkumpul di kantor desa. Pada waktu itu, aku s...

Allah Maha Baik

Image
  // Allah maha Hebat // Hermida's Note Dulu, aku pernah berteduh di rumah orang karena perjalananku pulang dilanda hujan yang deras kebetulan aku selalu jalan kaki dari rumah ke kampus meskipun perjalanannya lumayan jauh bagiku. Waktu itu, aku hanya seorang diri. Entah rumah siapa yang aku berteduh diterasnya. Tiba-tiba dia mempersilakanku masuk ke rumahnya, "Nak, masuk! Di luar hujan deras. Masuk saja di dalam rumah," "Bahasanya sopan ya," batinku. "Biar saja, Bu, saya di sini saja," ucapku pada Ibu itu. Waktu itu, pakaianku setengah basah dan benar-benar menggigil kedinginan.  Aku menunggu hujan belum juga redah sementara ini sudah waktu magrib. Terpaksa aku memberanikan diri untuk masuk dan meminta izin.  "Assalamu'alaykum, Ibu, saya boleh meminta izin sholat magrib di sini?" "Wa'alaykumussalam, Iya, Nak, silakan." Rupanya dia sudah mempersiapkannya untukku tanpa aku memintanya. Mereka punya kamar yang dikhususkan untuk ...

Puisi Ujian

Image
#PuisiMini Ujian Oleh: Nur Afni La Idris Ujian tersentak datang tanpa di duga Hati tentu terasa sakit Seakan jasad pun tak berdaya Meski rasanya ingin kuteriak dengan lantang Sebab hati terus memendam rasa perih Bergerak pun tak bisa Melihat pun tak kuasa Aku hanya bisa menguatkan diri Kan terus meminta pertolongan kepada Allah. Rabu, 29 Juli 2020

Puisi Hati Yang Meronta

Image
#Puisi Hati Yang Meronta Karya: Nur Afni La Idris Saat hati sedang berharap Namun sulit 'tuk di capai Namun tak pernah usai dalam ingatan Hati mulai tertuju pada asa yang tak bertujuan Gundah, penuh wicara tak sewenangnya Dunia seakan tak kunjung pada harapan Melewati semua hati yang penuh dengan harapan Hati mulai gelisah Ada apa dengan hati !? Yang meronta berfikiran tak seadanya Ku kira hati ini mulai bercakap Sudahlah Diamlah Usailah semua harapan yang tak ada gunanya, harapan yang tak kunjung tiba Simpan saja pada Sang Kuasa. Sebab, Dia tahu tentang hati yang sembunyi Untukmu hati, tetaplah kau berdiam diri Berfikirlah Untuk satu tujuan hanya karena Allah semata. Diamlah, diamlah, diamlah Allah bersamaku.
Image
#PuisiMini Deras Hujan Oleh : Nur Afni La Idris Terik mentari menyinari Sontak langit biru menghilang Kumanjakan mata 'tuk menatap nun jauh di sana Angin berhembus, dinginku melanda Titik hujan menyirami tanah yang kering Seakan terwakilkan rasaku yang riang Teringat atas Nikmat-Mu yang melimpah ruah Sedari ini aku belajat tuk bersyukur